Saturday, July 26, 2014

(RG &WD) Warna warni Aidilfitri


Assalamualaikum semua...

Walaupun dah di penghujung Ramadhan... saya masih ingin mengucapkan selamat berpuasa dan seterusnya Salam Aidilfitri kepada semua. Semoga lebaran kali ini lebih bermakna dari tahun2 berikutnya. Juga maaf zahir dan batin jika sepanjang penulisan saya ini ada yang menyinggung mana2 pihak.. saya susun 10 jari... ampun dan maaf.

Berbalik kepada sambutan Aidilfitri... ada yang berbelanja byk dan ada juga yg bersederhana. Terserah kepada kemampuan masing2.

Saya masih ingat lagi ketika saya kecil. Masa tu kami tinggal di Pahang. Dan we all adik beradik akan buat special request dkt arwah abah. Kalau nk balik Perak... balik waktu mlm dan ikut jalan lama. Dan sepanjang perjalanan kami semua tak tidur. Mulut tak henti2 membebel dok compare rumah kampung mana yang ada byk panjut atau panjut mana yang paling cantik. Panjut tu pelita tau ;)

Seronok sangat kalau lalu di kawasan kampung2. Skrg ni kami dok KL. Arwah abah beli rumah dkt sini. Dan bila balik kampung je... ikut highway. So semua tu dh tak dpt nk tgk lagi.

Macam biasa... kalau makanan pula.. since arwah abah org Penang, so kami mesti buat ketupat daun palas. Arwah abah yg jd sifu. Terror. Kami belajar dgn arwah abah ;). Mama pula macam biasa akan buat rendang ayam, rendang tok (coz mama org Perak) dan kuah kacang. Lemang kami beli je. Tapikan... kalau balik Penang.. arwah Tok akan buat macam mini lemang... pulut tu dibungkus dgn daun pisang dan ikat atas bawah. Tak ingat apa namanya.

Macam tu lah lebih kurang persiapannya.

And.... tahun ni ada kawan saya yg beraya di Germany ;).. So saya interview dia sikit hehehe.. nak tau macam mana sambutan Aidilfitri di sana... saja je utk sharing kat sini.

Katanya.. di kawasan mereka kebetulan tak ramai Muslim and most of them are Turkish and ada juga Pakistani. Dalam lebih kurang ada 90 orang. Solat raya juga dilakukan di rumah. Sambutan adalah sederhana tetapi cukup untuk diingati sebagai sambutan yang membahagiakan mereka kerana mereka juga berpeluang berkumpul meraikannya bersama keluarga tersayang. Buat masa ni tiada lemang.. ye lah mana nak cari buluh kan? ;) Dan my friend family ni pun... mommy dia masak nasi dgn lauk pauk.. sedap juga tu kan... Tak semestinya nak ada lemang juga...

Apa2 pun yg penting... kita dpt meraikannya bersama keluarga. Di samping itu... jangan kita lupa akan saudara kita di GAZA. Di kala kita meriah menyambut hari lebaran... jgn kita lupa kepada mereka yang kurang bernasib baik..

Kepada semua... sekali lagi "Salam Aidilfitri'
#SaveGAZA
#LoveChildren
#StopMurderingChildren



*******
Di sini saya share kan kata2 dan kisah2 yg diceritakan oleh Tuan Ahmad Schuweifi berkenaan kisah sambutan Aidilfitri di Germany... sbg general knowledge. .

********

Franc Ribery, pesepakbola muslim yang bermain di Bayern Muenchen mengusulkan kepada pihak klub untuk membangun sebuah mushola untuk tempat beribadah. Permintaan yang kemudian didukung pula oleh para fans Muenchen yang beragama Islam yang banyak keturunan dari Turki, pemintaan tersebut akhirnya dipenuh pihak manajemen untuk membangun tempat ibadah di Alianz Arena, markas Muenchen.Hal diatas merupakan sebagian kecil dari cerita perkembangan islam dibenua Eropa sana, khususnya di Jerman negerinya ‘Adolf Hitler’, dimana peningkatan cukup signifikan terjadi di Jerman yang naik sekitar 5% hingga sekarang sudah 4.3 juta warganya yang beragama islam. Sehingga diperlukan beberapa langkah strategis dengan pemerintah kota dan pusat agar warga muslim memiliki kesempatan sama salah satunya dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.Baru-baru dilakukan pertemuan di kota Lower Saxony yang melibatkan perwakilan komunitas muslim salah satunya Yilmaz kilic yang merupakan ketua persatuan Islam Turki Bremen serta dihadiri Perdana Menteri Lower Saxony, Stephen Weil serta dihadiri beberapa pihak terkait libur untuk warga muslim dalam merayakan Idul Fitri dan idul Adha.“Ini merupakan wujud rasa hormat kami kepada mereka,” ungkap Stephen Weil (sumber: rima news)Apa yang dilakukan di Lower Saxony, sebetulnya melanjutkan perubahan yang telah dilakukan di tiga kota besar lainnya Bremen, Hesse dan Hamburg yang telah memiliki organisasi induk islam dan mengakui haris besar islam sebagai libur nasional.Sebuah langkah yang patut diapresiasi atas apa yang diambil oleh pemerintah kota-kota besar macam Bremen, Hesse, Hamburg dan Lower Saxony yang menjadi tonggak perubahan dalam mengapresiasi perkembangan Islam di Jerman. Serta perjuangan komunitas muslim disana hingga akhirnya mereka dapat merayakan hari besar umat islam dan masuk dalam kalender Jerman.Kini warga muslim Jerman dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha dengan lebih khusyu’ tentunya.

*******


Thursday, July 17, 2014

Wednesday, July 16, 2014

(RG & WD) - Enough of What We Have



If there is no tomorrow
There is no today
If there is no man
There is no woman
If there is no sad
There is no happiness
If there is no frustration
There is no loves
If there is no morning
There is no night

That's rainbow of life...
Fill with tasteful of spices...
Twinkle with colorful of lights...
Roll with number of dices...


Friday, July 4, 2014

(RG) - Izinkan Aku Pergi

Pedih...
Sedih...
Perih...
Jiwa terseksa...
Hati pilu di rasa...
Aku ingin lari...
Dari benci yang kau undang...
Aku ingin pergi...
Dari seksa yang kau ludah...

***
Keliru...
Termangu...
Buntu...
Hati berlagu sendu...
Jiwa gelojak pilu...
Jika itu salahku...
Ku pohon keampunanmu...
Ku raih restumu...
Ku pergi darimu...
Andai kau jodohku...
Di mana jua kitakan bertemu...

By...
Harith Hakeem & LadyV